Pertamina EP bersama LKPPL Gelar Webiner Inovasi sosial Menghadapi Crisis Covid-19

Lembaga Kajian Pembangunan Pertanian dan Lingkungan (LKPPL) menggelar kegiatan webinar nasional sehari tentang inovasi sosial dalam pemberdayaan masyarakat menghadapi krisis covid19. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Raida Agustina, S.TP.,M.Sc kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama antara LKPPL dengan Pertamina EP yang turut didukung oleh Politeknik Aceh Selatan, Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh, Prodi Teknik Pertanian Unsyiah dan Pusmeptan Unsyiah.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun informasi sekaligus menjadi ajang sosialisasi terkait berbagai hasil penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan baik oleh institusi penyelenggara, para aktivis, akademisi, dan praktisi dalam mencegah dan menangani pandemi covid19.

Hadir sebagai keynote speaker Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng yang dalam pemaparannya menyampaikan sejumlah gagasan dan capaian yang telah dilakukan Unsyiah selama musim pandemi. Dalam kesempatan ini juga oleh panitia menganugerahkan Inovasi Teknologi Award 2020 kepada Samsul untuk kategori Pemimpin Peduli Covid atas dedikasi yang diberikannya dalam upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid19.

Dalam sesi invited speaker turut hadir Dr. Syaifullah Muhammad, ST., M.Eng (Ketua Atsiri Research Center Unsyiah), Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution (Ketua Prodi Teknik Pertanian Unsyiah), Hardisal,ST.,M.Kom (Wadir II Politeknik Aceh Selatan), dan Rosa Mardiana, ST.,MT (Direktur Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh).

Dari pihak Pertamina EP hadir Cholid (Vice President Legal and Relation), Hermansyah Y. Nasroen (Public Relation Manager) dan seluruh field manager. Bagi Pertamina EP kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan sejak setahun terakhir.

Menurut Ketua LKPPL, Dr. Muhammad Yasar, S.TP, M.Sc, kegiatan pertemuan ilmiah ini merupakan annual program yang diselenggarakan setiap setahun sekali. Dan alhamdulillah selalu mendapat support dari pihak Pertamina EP. Tahun ini merupakan kali keempat sejak tahun 2017. Cuma dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini agak sedikit berbeda, disamping bertemakan isu covid19, bentuk penyelenggaraan kegiatannyapun harus mengikuti protokol kesehatan yakni secara virtual atau daring. Hal ini tentu untuk menjaga jarak dalam rangka pencegahan penularan virus corona.

Disamping melakukan webinar, kegiatan ini juga turut memberikan penghargaan berupa inovasi teknologi award 2020 kepada sejumlah anak bangsa atas karya-karya nyata nya yang didedikasikan dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi covid19. Tahun ini untuk kategori Pemimpin Peduli Covid 19 diraih Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, kategori Tokoh Inspiratif Covid19, diraih oleh Rantau Field Manager Pertamina EP, Totok Parfianto dan kategori inovator covid19 diraih dosen Politeknik Aceh Selatan, Herry Setiawan, ST., MT

Akmal Ibrahim Terima Award Pemimpin Inovatif

KETUA LKPPL, Muhammad Yasar, menyerahkan penghargaan ‘Pemimpin Inovatif 2019’ kepada Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, di Auditorium FMIPA Universitas Syiah Kuala, Kamis (20/6)

BANDA ACEH – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, menerima penghargaan sebagai Pemimpin Inovatif 2019. Penghargaan ini diberikan oleh Lembaga Kajian Pembangunan, Pertanian dan Lingkungan (LKPPL) dalam acara Seminar Nasional Inovasi Teknologi untuk Masyarakat di Auditorium FMIPA Universitas Syiah Kuala, Kamis (20/6).

“Sosok Pak Akmal Ibrahim ini layak untuk diapresiasi atas apa yang telah beliau lakukan di daerahnya dalam rangka mengembangkan inovasi teknologi, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian,” kata Ketua LKPPL, Muhammad Yasar, sebagaimana isi siaran pers yang diterima Serambi, Kamis (20/6).

Pihaknya mengaku, sebelum memberi penghargaan pihaknya telah melakukan pengkajin serta mendapat masukan dari tim penelitian, serta mengikuti jejak digital dari pemberitaan terkait aktivitas para tokoh di Aceh. Karena itu, sesuai dengan tema award tahun ini tentang inovasi teknologi, LKPPL memilih Akmal sebagai penerima award.

“Sudah banyak inovasi yang dilakukan Pak Akmal. Sebenarnya berdasarkan kajian kami sebelumnya, Unsyiah secara institusi juga pernah memberikan award, karena beliau masih mengambangkan varietas padi lokal, beliau memang bekerjasama dengan Unsyiah, tapi kan walaupun tim ahli dari Unsyiah namun kebijakan seorang pemimpin itu perlu diapresiasi,” ungkapnya.

Selain Akmal Ibrahim, LKPPL juga memberikan award kepada Dedi Zikrian sebagai generasi inspiratif. Ia dianggap telah sukses mengelola Pertamina EP wilayah Rantau.(yos)

https://aceh.tribunnews.com/2019/06/21/akmal-ibrahim-terima-award-pemimpin-inovatif

Pakar Pembangunan Pertanian Malaysia: Pemerintah Harus Dorong Pertanian Modern

Pakar pembangunan pertanian berkelanjutan dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof Emeritus Chamhuri Siwar, mengingatkan akan perlunya mendorong pertanian modern berbasis industri dan bisnis. Hal inilah yang dilakukan Pemerintah Malaysiasaat ini.

Prof Emeritus Chamhuri Siwar menyampaikan itu dalam kegiatan Public Lecture Pembangunan Pertanian di Aula Gedung MPR FP Unsyiah, Selasa (11/12/2018, saat mengisi acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Pembangunan Pertanian dan Lingkungan (LKPPL), bekerja sama dengan Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Unsyiah.

Dalam paparannya, ia menyampaikan berbagai program dan strategi yang dilakukan Pemerintah Malaysia dalam mengembangkan sektor pertanian.

Di antaranya bagaimana pemerintah mampu mendorong pertanian subsistem yang hanya bertujuan sekedar untuk konsumsi, menjadi pertanian modern berbasis industri dan bisnis.

“Pertanian di Malaysia tidak hanya menghasilkan bahan baku, melainkan juga produk olahan hasil pertanian dengan nilai tambah yang lebih menguntungkan para petani,” katanya.

Di luar itu, berbagai masalah pertanian lainnya nyaris sama dengan Indonesia. Seperti semakin rendahnya minat generasi muda untuk bergerak di sektor pertanian, terbatasnya penguasaan lahan oleh petani, tingginya angka kemiskinan di kalangan petani, serta sulitnya menghadapi tekanan pasar global yang sangat sering menimpa petani.

“Kondisi harga sawit yang jatuh akhir-akhir ini, adalah sebuah konspirasi tak sehat dan merugikan petani kita,” pungkasnya.

Kegiatan Public Lecture yang dibuka dibuka Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah, Prof Dr Samadi ini dipandu oleh Ketua LKPPL yang juga Direktur Politeknik Aceh Selatan, Dr Muhammad Yasar STP MSc.

Turut hadir dan memberi sambutan, Ketua Program Studi Teknik Pertanian, Dr H Ichwana ST MT, Kepala Seksi Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Yuni Saputri STP, dan sejumlah dosen serta mahasiswa.(*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Pakar Pembangunan Pertanian Malaysia: Pemerintah Harus Dorong Pertanian Modern, http://aceh.tribunnews.com/2018/12/14/pakar-pembangunan-pertanian-malaysia-pemerintah-harus-dorong-pertanian-modern.
Penulis: Yocerizal
Editor: Taufik Hidayat